Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah
menyiapkan sebuah sistem transisi bagi pemerintahan yang baru. Sistem
ini akan mempermudah peralihan dari dia selaku pemimpin RI saat ini
kepada pemimpin yang baru.
“Ide semacam transisi, hand over
atau pengalihan kekuasaan dari presiden lama ke presiden baru. Itu
salah satu ide saya karena itu bagus sekali,” kata SBY di Istana Negara,
Jakarta, Senin 4 Agustus 2014.
Menurut SBY, sistem transisi
merupakan tradisi baru yang terus dikembangkan. Gagasan ini berangkat
dari pengalaman SBY saat pertama kali menjadi Presiden. Saat itu ia
mengalami banyak hambatan.
“Tahun 2004 tidak terjadi transisi,
bahkan sulit mendapatkan akses. Untuk itu kami ubah agar baik semua.
Untuk yang akan datang, baik bagi pemerintah dan rakyat Indonesia,” kata
SBY.
Presiden yang juga Ketua Umum Demokrat itu yakin sistem
baru tersebut akan mempermudah proses peralihan kekuasaan sehingga tidak
menghambat realisasi berbagai program yang merupakan kepentingan
rakyat.
“Saya akan inisiatif berkomunikasi dengan presiden
terpilih. Setelah itu ada prosesnya lagi. Begitu saya kira etika dan
proses yang baik dalam sebuah transisi agar tidak menjadi isu politik
baru,” kata SBY.
Ia meminta semua pihak bersabar menunggu proses
peralihan kekuasaan yang telah disiapkannya. “Semua menunggu keputusan
MK. Proses yang tepat sampai dengan MK memutus,” tegasnya.
Mahkamah
Konstitusi akan memulai persidangan sengketa Pilpres pada Rabu pekan
ini, 6 Agustus. Gugatan atas hasil Pilpres dilayangkan kubu
Prabowo-Hatta dan menyasar Komisi Pemilihan Umum. MK akan mengeluarkan
keputusan final atas sengkea Pilpres ini pada 20 Agustus.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !