Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat
memutuskan untuk mengesahkan Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala
Daerah yang di dalamnya mengatur sistem pemilihan melalui Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah. Menurut Direktur Eksekutif Citra Komunikasi
LSI Network, Toto Izul Fatah, keputusan tersebut merupakan kabar buruk
bagi masa depan kedaulatan rakyat.
"Karena pilkada langsung, rakyat punya hak menentukan masa depan lewat memilih pemimpin," kata Toto.
Toto
menilai pilkada langsung merupakan bagian dan anak kandung reformasi.
Salah satu semangat reformasi yang dibayar dengan darah dan air mata
antara lain adalah tegaknya demokrasi dan penegakan hukum.
"Ini
amanat peting reformasi. Begitu anak kandung ini dirampas dan dibunuh
sama dengan membunuh ibu kandungnya, reformasi," jelasnya.
Toto
melanjutkan, komplotan elite di DPR sudah bersekongkol membunuh hak
politik rakyat lewat putusan semalam. Dia berpendapat implikasi politik
yang jelas adalah makin terbatasnya rakyat untuk menentukan masa
depannya.
"Sudah dirampok oleh elite lewat DPRD," ucapnya.
Seperti diketahui, Rapat Paripurna DPR, Jumat dini hari tadi akhirnya memutuskan bahwa mekanisme pemilihan kepala daerah adalah tidak langsung,
atau melalui legislatif, atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Dengan
demikian, RUU Pilkada telah disepakati dengan partisipasi 361 anggota
parlemen yang hadir.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !