Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak gentar, meski posisinya sebagai
Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, digoyang Front Pembela Islam
(FPI). Dengan suara lantang, Ahok meluncurkan pernyataan keras
memprotes aksi anarkis ormas itu.
Pulang dari Korea Selatan, Ahok
angkat bicara seputar aksi anarkis FPI pada 3 Oktober 2014. FPI
melempari polisi, gedung DPRD dan kantor Ahok dengan batu dan kotoran
hewan. Selain itu, FPI juga melakukan pengrusakan sejumlah mobil mewah
yang diparkir di Gedung DPRD.
Sedikitnya 21 orang menyandang cap
tersangka. 15 Tersangka di antaranya berasal dari FPI Jawa Barat. Namun,
sang komandan demo Habib Novel Bamukmin yang sudah ditetapkan sebagai
tersangka masih buron.
Atas aksi itu, Ahok bersuara keras ingin
membubarkan FPI yang telah melakukan unjuk rasa brutal. Ahok meminta
aparat kepolisian segera mengusut tuntas dalang di balik aksi rusuh
tersebut.
Berikut 5 aksi perlawanan Ahok menghadapi FPI anarkis:
1. Cari Aktor Intelektual FPI
Ahok berharap polisi mencari aktor intelektual di balik ricuh demo FPI. Ahok yakin polisi akan menuntaskan kasus demo ricuh itu.
"Saya
kira Kapolda yang akan kembangkan. Tanya pak kapolda. Kita pengen cari
aktor intelektualnya siapa. Yang biayain siapa. Itu yang harus
ditangkap," kata Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Ahok
pun yakin kalau Polda Metro sudah tahu siapa yang menjadi aktor
intelektual demo ricuh FPI. "Saya kira Polda sudah punya benang
merahnyalah, dia sudah bisa proses. Kan mereka punya intel," terang
Ahok.
"Mereka bisa tahulah siapa-siapa sebetulnya," tegas Ahok.
Ricuh
demo FPI terjadi pada Jumat (3/10). Sejumlah polisi mengalami luka.
Beberapa mobil juga pecah kacanya terkena lemparan batu massa FPI.
2. Bubarin FPI
Ahok mempunyai keinginan untuk
membubarkan FPI. Menurut dia, ormas anarkis yang ingin mengubah UUD dan
Pancasila tak berhak hidup di Indonesia.
"Tinggal kita cari
caranya gimana bubarinnya kan. Tapi orang (FPI-red) nggak pernah ada
kok, nggak pernah ada izin. Gimana mau bubarinnya. Nah ini juga lucu,"
jelas Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Senin (6/10/2014).
"Ya
prinsip saya, semua ormas apapun yang anarkis yang mau mengubah UUD dan
Pancasila harus hilang dari republik ini. Prinsip saya seperti itu. Ini
NKRI," tambah Ahok.
Menurut Ahok, organisasi apapun kalau sudah
berbuat anarkis dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan
Pancasila dan UUD 1945, sudah tak pantas berkembang di Indonesia.
"Jadi
Anda mau bikin ormas apapun, kalau sudah anarkis dan bertentangan
dengan UUD, Pancasila dan konstitusi, Anda harus bubar," tutup Ahok.
3. Berstatus Tersangka, FPI DibayarinAhok yakin ada
pihak yang menunggangi demo Front Pembela Islam (FPI) yang berakhir
ricuh pada akhir pekan lalu. Salah satu buktinya, mayoritas anggota FPI
yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, justru berasal dari Jawa Barat.
"Makanya,
itu terbukti (ada yang menunggangi). Pasti ada yang bayarin, makanya
mereka datang," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2014).
Ahok tidak mau
menduga-duga siapa donatur demo tersebut. Dia menyerahkan sepenuhnya
urusan penanganan kasus ini kepada kepolisian.
"Aku nggak tahu (siapa yang berkepentingan). Nanti suruh polisilah yang melacaknya," ujarnya.
Mantan
politisi Gerindra ini menegaskan tak ada pihak dari Pemprov DKI yang
memprovokasi FPI saat demo Jumat (3/10) lalu. Menurutnya, ormas Islam
itu memang sudah merencanakan perbuatan anarkis tersebut.
"Apanya
yang diprovokasi. Mereka mau demo (rusuh) kok. buktinya apa, itu batu
ada nggak di Kebun Sirih? kotoran sapi ada nggak? Berarti memang sudah
disiapin kan. Nanti ngomong sama polisi deh," selorohnya.
Polisi
mengamankan 21 orang yang diduga jadi provokator massa untuk menolak
Ahok jadi gubernur. Tetapi, dari jumlah itu, sebanyak 15 orang ternyata
bukan warga Jakarta tapi datang dari Bandung, Bekasi, Bogor bahkan
Tasikmalaya.
"Sebagian besar para tersangka memang ada yang
datang dari Jawa Barat. Bagaimana mereka bisa datang dari Jawa Barat?
Kita sudah dalami, bahwa mereka menerima broadcast dari sumber yang
sedang kita teliti," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro
Jaya Kombes Pol Heru Pranoto, Sabtu (4/10.
Yang terbaru, Habib
Novel Bamukmin salah satu penanggungjawab unjuk rasa sudah ditetapkan
sebagai tersangka. Namun keberadaan Novel masih terus dicari.
4. Ditolak FPI, Ahok Balas TolakAhok santai saja
dengan sikap FPI yang berunjuk rasa menolak dirinya. Ahok mengaku
penolakan itu sebagai hak demokrasi setiap orang.
"Itu hak
demokrasi, semua orang boleh menolak kok. Saya juga nolak FPI. Sama
saja," jelas Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Menurut
Ahok, dirinya pun tak risau dengan Pilkada 2017 mendatang, terkait
penolakan FPI itu. "Nggak apa-apa. Saya Cuma butuh 50%+1 untuk 2017,"
tambah dia.
Soal aksi FPI yang diproses pihak kepolisian, Ahok menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Ya itu urusan Kapolda-lah. Saya nggak mau ikut campur lagi," terang dia.
5. FPI Nggak Resmi
Ahok berniat membubarkan FPI. Tapi memang cukup sulit untuk melakukannya. Ahok menyebut, FPI bukan organisasi resmi.
"Tapi
apanya yang mau dibubarin, orang mereka enggak pernah ada organsasinya
Cuma ngaku-ngaku gitu, enggak resmi. Enggak daftar di kita, enggak ada
di Kesbangpol juga," terang Ahok di balai kota DKI, Jakarta, Senin
(6/10/2014).
Lalu bagaimana cara Ahok ingin membubarkan FPI? Ahok mengaku tak tahu, dia menyerahkannya kepada aparat yang berwenang.
"Saya enggak tahu, nanti urusan aparat," tutup Ahok.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !