Menteri Agama yang juga Amirul Haj, Lukman Hakim Syaifuddin, menegaskan
pemerintah sama sekali tidak memfasilitasi jemaah tarwiyah yang sengaja
napak tilas mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW dalam pelaksanaan puncak
haji, wukuf di Padang Arafah.
Wukuf di Arafah tinggal dua hari
lagi, dan jemaah tarwiyah biasanya berjalan sejauh 14 km sebelum masuk
ke Arafah. Mereka masuk melalui Mina, dan langsung menuju Arafah.
Biasanya sebelum wukuf, jemaah tarwiyah akan bermalam di Mina. Sementara
sistem yang dianut pemerintah, jemaah calon haji langsung menuju Arafah
sebelum waktu dzuhur pada 9 Dzulhijjah yang jatuh Jumat 3 Oktober 2014.
Meksi
tidak memberikan fasilitas, pemerintah tidak dalam posisi melarang
jemaah yang akan melaksanakan tarwiyah. Jemaah tarwiyah paling banyak
diikuti calon haji khusus. Hampir 80 persen jemaah yang diberangkatkan
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus memilih tarwiyah.
"Betul itu
sunah rasul tapi karena banyak pertimbangan, sistem haji pemerintah
secara resmi tidak memfasilitasi layanan tarwiyah. Namun pemerintah
tidak dalam posisi melarang, semua berpulang pada masing-masing jemaah,"
kata Lukman saat taaruf dengan ratusan petugas Panitia Penyelenggara
Ibadah Haji di Mekah, Selasa malam.
Jika ada jemaah yang memilih
jalur tarwiyah, Menag meminta mereka mempertimbangkan konsekuensi atas
pilihannya itu. Mereka harus memikirkan bagaimana transportasi dari
pondokan ke Mina, kemudian ke Arafah, konsumsi, dan akomodasi tempat
tinggal.
Sebab sistem yang dikembangkan di Saudi terkait maktab
dan muassasah tidak bisa dalam waktu singkat mengubah sistem yang sudah
disepakati dan dijalankan bertahun-tahun. "Saya berharap semua bisa
menyampaikan ke jemaah dengan penuh kearifan dan bijak agar tidak timbul
salah paham," katanya.
Ini, kata Menag, bukan masalah sederhana,
sebagai pimpinan petugas harus bisa memberi arahan untuk menyikapi
masalah ini. "Di satu sisi kita tidak bisa larang, tapi jangan sampai
yang sunah mengganggu yang wajib, yakni wukuf yang menjadi inti ibadah
haji," kata Menag.
Untuk tarwiyah, tanggung jawab berpulang
kepada masing-masing jemaah, karena itu semua petugas harus bisa memberi
bimbingan, mana yang lebih besar manfaat atau mudaratnya karena
keesokan harinya akan wukuf.
Sumber//


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !