Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » » Memprihatinkan, Kasus HIV di Jabar Masih Cukup Tinggi

Memprihatinkan, Kasus HIV di Jabar Masih Cukup Tinggi

Written By Admin on Monday, December 22, 2014 | 3:31 PM

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan merasa prihatin dengan banyaknya ibu rumah tangga yang mengidap HIV/AIDS. Dimana mereka menjadi korban para suaminya yang sebelumnya telah mengidap HIV/AIDS.

"Ini sangat memprihantikan, ada pergeseran dimana yang banyak mengidap HIV/AIDS adalah ibu rumah tangga," jelas Heryawan kepada wartawan disela peringatan hari HIV/AIDS di Gedung Sate, Senin (22/12/2014).

Gubernur berharap peringatan hari aids sedunia yang setiap tahun dilaksanakan oleh berbagai pihak dapat benar benar menumbuhkan kesadaran semua akan bahaya penularan HIV/AIDS, sekaligus untuk terus membangkitkan komitment dan sinergitas upaya bersama-sama fokus pada program pencegahan danpenanggulanan HIV/AIDS di Jawa Barat.

"Hal ini sangat penting karena epidemi HIV/AIDS di Indonesia merupakan yang tercepat di Asia, dan penyebarannya cenderung meluas," katanya.

Di Jabar sendiri sepanjang tahun 2013 tercatat sebanyak 2.799 kasus baru HIV dan 374 kasus baru AIDS, sedangkan pada periode Januari sampai September 2014 tercatat sebanyak 2186 kasus baru HIV dan 177 kasus baru AIDS.

Menurutnya, pola penularan HIV/AIDS pun saat ini telah mengalami perubahan, yang sebelumnya didominasi oleh pengguna narkoba suntik atau penasun sebanyak 67 persen, maka sejak 5 tahun terakhir ini lebih banyak terjadi pada heterosex yaitu sebanyak 64 persen.
"Namun pergeseran ini membawa dampak yang lebih buruk, karena penularan dari laki laki pembeli seks kepada istri pasangannya dapat diikuti oleh penularan dari ibu kepada bayi yang dikandungnya. Itulah sebabnya meskipun berdasarkan kelompok umur pengidap usia produktif masih mendominasi, namun jumlah pengidap pada kelompok anak dan remaja juga cukup tinggi," paparnya.

Oleh sebab itu, lanjutnya, upaya pencegahan penularan HIV/AIDS melalui perluasan cakupan pencegahan harus lebih ditingkatkan agar dapat mengendalikan dan memutuskan rantai penularan HIV/AIdS di masyarakat. Beberapa aksi yang dapat dilakukan yaitu pencegahan penularan melalui transmisi seksual, alat suntik, pekerja migran, wanita pekerja seks, warga binaan pemasyarakatan dan tahanan serta pada orang muda beresiko.
"Termasuk meminimalkan akses masyarakat pada tempat tempat sumber penularan dan kerjasama dengan dunia usaha dalam pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS di tempat kerja," katanya.

Pada saat yang bersamaan, lanjutnya, upaya penanggulangan juga tidak dapat dikesampingkan, khususnya melalui penguatan dan pengembangan kualitas layanan kesehatan di setiap tingkat pelayanan, serta program rehabilitasi melalui pemulihan adiksi berbasis masyarakat.
"Selain itu sejalan dengan semangat perlindungan HAM untuk menghapuskan stigma negatif dan diskriminasi terhadap para pengidap HIV/AIDS maka aksi aksi solidaritas terhadap ara pengidap HIV/AIDS harus terus dibangun agar mereka tidak menjadi kelompok yang termarginalkan," katanya.

Sumber
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya