Lahan sawah Kota Bandung kini tinggal 1.100 hektare karena tergerus pembangunan perumahan.
"Resiko kota metropolitan, penuh pembangunan jadi sudah pasti lahan
sawah berkurang," ujar Kepala Dinas Pertaniaan dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah di Balai Kota, Selasa (7/4).
Menurut Elly lahan pesawahan semakin berkurang sedangkan kebutuhan beras Kota Bandung setiap harinya 750 ton.
Untuk
mengantisipasi krisis pangan berbagai cara dilakukan diantaranya
program satu hari tanpa nasi (One Day No Rice) setiap hari Senin.
"Dipiihnya hari Senin tanpa nasi dengan harapan warga Kota Bandung sekalian puasa Senin-Kamis,"ujar Elly.
Elly akan mensosialisasikan kepada warga Kota Bandung agar setiap hari Senin tidak makan nasi dan mengganti dengan singkong.
Elly
mengatakan one day no rice untuk meminimalisir krisis pangan, karena
Indonesia termasuk dalam kategori pengkomsumsi beras terbesar
perkapitanya dibandingkan dengan negara asia lainnya seperti Jepang dan
Malaysia.
"Di Indonsiia konsumsi beras 100 kg/tahun perkapita sedangkan di
negara lain sesama negara asia hanya 60 kg/tahun perkapita," ujar Elly.
Elly mengatakan, konsentrasi ketahanan pangan di perkotaan tidak
bertumpu kepada penyediaan bahan baku pangan tetapi lebih berkonsentrasi
kepada bagaimana perbaikan pola konsumsi dengan pola konsumsi dengan
pola beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA).
"Diversifikasi pangan sangat penting karena orang akan tetap sehat
meskipun tidak makan nasi sebagai sumber asupan karbohodrat," ujar Elly.
Elly
mengatakan, masih ada sumber karbo hidrat lain pengganti nasi seperti
singkong,jagung dan umbi-umbian yang diolah sebagai pengganti nasi.
Sumber
Sawah di Kota Bandung Makin Berkurang
Written By Admin on Wednesday, April 8, 2015 | 1:41 PM
Label:
Berita,
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !