Harga daging ayam di Pasar Kosambi terus mengalami kenaikan
setiap harinya. Bahkan terhitung hari Senin (18/5/2015), harga daging
ayam sudah mencapai Rp 34.000/kg. Hal ini menyebabkan berkurangnya
pembeli dan menurunya pendapatan bagi para penjual.
"Iya sudah dua minggu yang lalu harga daging ayam naik
terus antara Rp 500 - Rp 1000 per harinya. Dua minggu lalu Rp 25 .000/kg
sekarang sudah Rp 34.000/kg, akhirnya kan sepi pembeli dan omset
menurun," keluh Ade (50) pedagang ayam di Pasar Kosambi kepada galamedianews.com, Senin (18/5/2015).
Menurut Ade, harga ayam yang terus menerus mengalami
kenaikan ini disebabkan berkurangnya stok ayam kepada pihak bandar.
Sehingga bandar pun menaikan harga ayam, yang imbasnya sampai pada
penjual ayam di Pasar ini.
"Kenaikan harga ayam kan yang mengatur bandar, katanya sih
stok ayamnya berkurang dari ternak. Jadi harga ayamnya mahal, kalo
banyak stoknya mah biasanya murah," bebernya.
Selain itu dijelaskannya, kenaikan harga juga bisa
disebabkan oleh menjelangnya bulan puasa yang memang setiap tahunnya
selalu mengalami kenaikan harga.
Kemungkinan juga harga daging ayam naik karena menjelang
bulan puasa. Biasanya dua minggu sekali turun lagi, tapi sekarang sudah
sebulan belum turun lagi malah naik terus," jelasnya
Senada denga Ade, Aep Sofyan (41) pedagang ayam lainnya pun
mengelukan hal yang sama dengan Ade. Menurutnya, terus merangkaknya
harga ayam menyebabkan omset penjual ayam di Pasar pun mengalami
penurunan yang cukup besar.
"Iya gara-gara harga ayam terus naik, jadi sepi pembeli
soalnya mahal. Secara tidak langsung kan pendapatan berkurang, malahan
sampe 40 persen," ungkapnya.
Aep pun mengaku, akibat berkurangnya pembeli, dirinya pun
mengurangi pengambilan ayam di salah satu bandar ayam langgananya. Ini
dilakukan agar tidak mengalami kerugian yang cukup besar apabila tidak
terjual habis.
"Karena kurangnya pembeli, akhirnya pengambilan saya ke
bandar jadi agak dikurangi. Biasanya 40 ekor paling jadi 25 ekor
perharinya, soalnya kalo banyak-banyak takut rugi kalo engga laku,"



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !