Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi belum berencana
membubarkan Tim Transisi bentukannya. Menurut Imam, Tim Transisi harus
dipertahankan untuk mengawasi kegiatan PSSI.
Imam memastikan akan
menaati putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara yang memenangkan
PSSI. Artinya, dia mengizinkan kegiatan PSSI berjalan normal hingga
sidang lanjutan di 8 Juni 2015 nanti.
"Tapi, tetap berada di
bawah pengawasan Tim Transisi sesuai perintah Wakil Presiden Jusuf
Kalla," ucap Imam kepada wartawan, Selasa kemarin, 26 Mei 2015.
"Kami
juga sedang mempelajari revisi SK (pembekuan PSSI). Dan salah satu
perintah Wapres yang harus ditaati PSSI adalah mencabut gugatan di PTUN.
Ini yang kami tunggu," dia menambahkan.
Keberadaan Tim Transisi
sebenarnya bisa menjadi satu simbol bahwa intervensi pemerintah di
sepakbola nasional belum berhenti. Bisa jadi, jika tim yang diketuai
Bibit Samad Rianto ini tak dibubarkan sebelum 29 Mei 2015, sanksi FIFA
bisa saja turun.
Namun, Imam memiliki pendapat berbeda. Bagi
politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, Tim Transisi perlu
dipertahankan dalam kondisi sepakbola saat ini.
"Ini kondisinya
tak normal. Semua sudah tahu di sepakbola kita ada masalah. Tim Transisi
akan memonitor sepakbola nasional. Masih kah ada pengaturan skor? Masih
kah ada pelatih dan pemain yang gajinya tertunggak? Yang kami harapkan
ini prestasi. Masa' kalah sama Timor Leste (terkait rangking FIFA),"
tutur Imam. sumber//


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !