Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » , » Setiap Hari, 100 Ton Sampah di KBB tak Terangkut

Setiap Hari, 100 Ton Sampah di KBB tak Terangkut

Written By Admin on Friday, July 10, 2015 | 1:56 PM

Masalah sampah di Kabupaten Bandung Barat hingga kini masih belum bisa ditangani secara tuntas. Buktinya, saat ini ada sekitar 100 ton sampah per hari yang tidak terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Setiap hari, produksi sampah di KBB sekitar 200 ton, tetapi yang terangkut sekitar 100 ton saja. Ini salah satunya karena keterbatasan truk pengangkut,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat, Anugerah, Rabu (8/7/2015).
Dia menuturkan, armada pengangkut sampah saat ini hanya 30 unit dari kebutuhan sekitar 50 unit. Akibatnya, pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Bandung Barat baru mencapai setengahnya.
Keterbatasan armada tersebut juga menyebabkan pelayanan pengangkutan sampah tidak bisa menjangkau semua kecamatan. Dari 16 kecamatan, beberapa kecamatan di wilayah selatan tidak mendapatkan pelayanan tersebut.
“Beberapa kecamatan seperti Cipongkor, Sindangkerta, Gununghalu dan Rongga memang tidak terjangkau pelayanan kami. Bahkan, di perkotaan seperti Padalarang dan Ngamprah juga tidak terlayani karena mereka memilih mengelola sampah sendiri,” ujarnya.
Akibat keterbatasan armada pengangkut sampah tersebut, sejumlah sampah rumah tangga menumpuk bahkan berceceran di tempat-tempat umum, seperti pinggir jalan, sungai, dan pasar tradisional. Kondisi itu diperparah dengan perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah sembarangan.
Kondisi itu di antaranya terdapat di Jalan Raya Padalarang, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang. Sejumlah sampah menumpuk di pinggir sungai tanpa ada penanganan. Hal itu sering kali dikeluhkan pengendara dan pengguna jalan yang melintas.
Pemandangan serupa juga ditemukan di dekat jalan lintang susun Padalarang di perbatasan Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang dan Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah.
Tumpukan sampah menyangkut di tebing setinggi 15 meter. Sampah tersebut kerap jatuh ke sungai dekat permukiman padat penduduk.
Untuk mengatasi keterbatasan armada tersebut, lanjut Anugerah, pihaknya tahun ini melakukan penambahan armada sebanyak 5 unit dan kontainer sampah 6 unit. Dia berharap agar volume sampah yang tidak terangkut bisa diminimalisasi.
“Penambahan truk sampah ini salah satu upaya kami untuk mengurangi sampah yang tidak terangkut. Setiap tahun, kami upayakan ada penambahan armada,” ujarnya.
Selain keterbatasan armada, pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Bandung Barat juga terkendala jarak tempuh menuju TPA di Sarimukti, Kecamatan Cipatat. Dalam sehari, truk sampah hanya bisa mengangkut menuju TPA sebanyak 1-2 ritase.
Apalagi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat dan Polres Cimahi saat ini memberlakukan pembatasan operasional truk pengangkut barang untuk melintasi ruas jalan tertentu, di antaranya Jalan Padalarang.
Truk pengangkut sampah tidak termasuk dalam pengecualian pembatasan operasional tersebut. “Namun, pembatasan operasional itu bukan kendala besar, karena kami masih bisa mengatur waktu operasional. Jadi, masih bisa jalan,” kata Anugerah.

Sumber
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya