Masalah sampah di Kabupaten Bandung Barat hingga kini masih belum
bisa ditangani secara tuntas. Buktinya, saat ini ada sekitar 100 ton
sampah per hari yang tidak terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Setiap hari, produksi sampah di KBB sekitar 200 ton, tetapi yang
terangkut sekitar 100 ton saja. Ini salah satunya karena keterbatasan
truk pengangkut,” ujar Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten
Bandung Barat, Anugerah, Rabu (8/7/2015).
Dia menuturkan, armada pengangkut sampah saat ini hanya 30 unit dari
kebutuhan sekitar 50 unit. Akibatnya, pengangkutan sampah di wilayah
Kabupaten Bandung Barat baru mencapai setengahnya.
Keterbatasan armada tersebut juga menyebabkan pelayanan pengangkutan
sampah tidak bisa menjangkau semua kecamatan. Dari 16 kecamatan,
beberapa kecamatan di wilayah selatan tidak mendapatkan pelayanan
tersebut.
“Beberapa kecamatan seperti Cipongkor, Sindangkerta, Gununghalu dan
Rongga memang tidak terjangkau pelayanan kami. Bahkan, di perkotaan
seperti Padalarang dan Ngamprah juga tidak terlayani karena mereka
memilih mengelola sampah sendiri,” ujarnya.
Akibat keterbatasan armada pengangkut sampah tersebut, sejumlah
sampah rumah tangga menumpuk bahkan berceceran di tempat-tempat umum,
seperti pinggir jalan, sungai, dan pasar tradisional. Kondisi itu
diperparah dengan perilaku masyarakat yang masih suka membuang sampah
sembarangan.
Kondisi itu di antaranya terdapat di Jalan Raya Padalarang, Desa
Kertajaya, Kecamatan Padalarang. Sejumlah sampah menumpuk di pinggir
sungai tanpa ada penanganan. Hal itu sering kali dikeluhkan pengendara
dan pengguna jalan yang melintas.
Pemandangan serupa juga ditemukan di dekat jalan lintang susun
Padalarang di perbatasan Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang dan Desa
Margajaya, Kecamatan Ngamprah.
Tumpukan sampah menyangkut di tebing setinggi 15 meter. Sampah tersebut kerap jatuh ke sungai dekat permukiman padat penduduk.
Untuk mengatasi keterbatasan armada tersebut, lanjut Anugerah,
pihaknya tahun ini melakukan penambahan armada sebanyak 5 unit dan
kontainer sampah 6 unit. Dia berharap agar volume sampah yang tidak
terangkut bisa diminimalisasi.
“Penambahan truk sampah ini salah satu upaya kami untuk mengurangi
sampah yang tidak terangkut. Setiap tahun, kami upayakan ada penambahan
armada,” ujarnya.
Selain keterbatasan armada, pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten
Bandung Barat juga terkendala jarak tempuh menuju TPA di Sarimukti,
Kecamatan Cipatat. Dalam sehari, truk sampah hanya bisa mengangkut
menuju TPA sebanyak 1-2 ritase.
Apalagi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat dan Polres Cimahi
saat ini memberlakukan pembatasan operasional truk pengangkut barang
untuk melintasi ruas jalan tertentu, di antaranya Jalan Padalarang.
Truk pengangkut sampah tidak termasuk dalam pengecualian pembatasan
operasional tersebut. “Namun, pembatasan operasional itu bukan kendala
besar, karena kami masih bisa mengatur waktu operasional. Jadi, masih
bisa jalan,” kata Anugerah.
Sumber
Setiap Hari, 100 Ton Sampah di KBB tak Terangkut
Written By Admin on Friday, July 10, 2015 | 1:56 PM
Label:
Berita,
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !