Krisis air bersih yang terjadi di
pantai utara Kabupaten Indramayu makin parah. Memasuki akhir September,
hujan belum juga turun, sementara desa-desa yang mengalami kekurangan
air terus bertambah.
Daerah yang terkena krisis air kini
juga meluas. Diantaranya yang merupakan daftar daerah krisis air bersih
baru ialah sejumlah desa di Kecamatan Kertasemaya dan Sukagumiwang. Dua
kecamatan ini, padahal letaknya relatif di bagian hulu baik sungai
Cimanuk maupun Saluran Induk (SI) Sindupraja yang pasokan airnya dari
Bendung Rentang.
“Kami menerima laporan ada tambahan
desa baru yang terkena krisis air bersih di Kertasemaya dan
Sukagumiwang. Kedua kecamatan terletak di bagian hulu sungai Cimanuk
maupun saluran irigasi,” tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Indramayu, Drs. Edi Kusdiana kepada Galamedianews, Senin
(21/9/2015).
Di dua kecamatan itu, desa yang
baru masuk daftar terkena krisis air bersih antaranya Desa Tenajar di
Kertasemaya dan Desa Bodas di Sukagumiwang. Sukagumiwang sendiri,
sebelumnya adalah bagian dari Kecamatan Kertasemaya. Sejak tahun 2000,
Sukagumiwang yang juga berbatasan dengan Kabupaten Cirebon dan
Majalengka, telah dimekarkan.
“Laporan terakhir yang masuk, ada
tambahan daerah yang dilanda krisis air bersih di dua kecamatan di
wilayah selatan Indramayu. Kami memasukan kedua kecamatan itu ke dalam
daftar baru daerah yang mengalami kekeringan parah,” tutur dia.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !