Kota Bandung terus membenahi sektor infrastruktur untuk mewujudkan
impian sebagai livable city atau kota layak huni. Salah satu yang kini
tengah digarap yakni perbaikan trotoar di 12 ruas jalan yang nantinya
akan memberi kenyamanan kepada pejalan kaki.
"Pak Wali (Ridwan
Kamil) 'kan ingin Bandung menjadi livable terbaik di Indonesia. Dengan
kata lain Bandung tak hanya menjadi kota yang pro terhadap kendaraan
pribadi tapi pro manusia," tutur Sekertaris Dinas Bina Marga dan
Pengairan (DBMP) Kota Bandung, Didi Ruswandi, di kawasan Jln. Cianjur,
Minggu (20/9/2015).
Permak trotoar yang kini sedang dilakukan,
katanya, merupakan bagian dari impian itu. 12 paket pekerjaan trotoar
sekaligus dengan saluran airnya itu menghabiskan anggaran lebih dari Rp
50 miliar. Nantinya, trotoar-trotoar itu akan memiliki kenyamanan
seperti di kawasan Jln. Asia Afrika yang dipermak saat akan berlangsung
peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).
Didi
menjelaskan, dari 12 paket yang tengah digarap itu, diantaranya yakni di
ruas Jln. Asia Afrika segmen 1, mulai dari Jln. Otto Iskandardinata-
Banceuy dan Jln. Asia Afrika segmen 3 dari Jln. Tamblong-Simpang Lima.
"Tahun ini kita juga lanjutan perbaikan trotoar di Jalan Riau (L.L.R.E
Martadinata,red)," jelas Didi.
Titik-titik perbaikan lainnya
yaitu di Jln. Jenderal Sudirman, Leuwipanjang, Banceuy, ABC, Cikapundung
Barat, Ibrahim Adjie (Kiaracondong), Jakarta, Dalem Kaum serta
pembangunan trotoar dan saluran air di Lengkong Kecil. Didi menyebut
total anggaran untuk semua paket itu mencapai Rp 52. 242. 107.728.
"Untuk progresnya, baru sekitar 30 persen. Targetnya seluruh proyek
selesai akhir November sesuai dengan kontrak kerja dengan masing-masing
kontraktor," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Didi, sebenarnya
ada satu paket lagi yang akan digarap yaitu di Jln. Wastukancana. Akan
tetapi untuk perbaikan disana, pihaknya masih melakukan kajian karena
rencana lebar trotoar akan ditambah.
"Rencana seperti itu
(lebar ditambah). Ini 'kan demi kenyamanan pejalan kaki. Tapi masih kita
kaji. Kalau memang ada ruang, ya kita lakukan (pelebaran). Idealnya
lebar trotoar itu 1,6 sampai 2 meter," ungkap Didi.
Saat
ditanya tentang trotoar yang diperbaiki nantinya akan berwujud seperti
apa, Didi menyebut ada 5 titik yang akan dipasangi granit seperti di
Jln. Asia Afrika. Sedangkan 7 sisanya hanya dilapisi beton berpola
seperti di Jln. Tamblong.
Didi menjamin, seluruh trotoar yang
diperbaiki itu nantinya akan nyaman bagi pejalan kaki dan mirip dengan
kawasan Asia Afrika. Didi menyebut, hal itu sesuai dengan instruksi dari
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil.
"Jadi trotoar yang baik itu
harus memiliki lima unsur. Mulai dari memiliki pola lantai, harus ada
penerangan jalan umum, harus ada bola beton, ada tempat duduk dan ada
pot bunganya. Lima unsur ini yang disebut panca trotoar sama Pak Wali,"
tutur Didi.
Kendati demikian, Didi menyatakan seluruh perbaikan
itu akan rampung secara total dengan berbagai fasilitasnya tahun depan.
Perbaikan menyeluruh itu akan berjalan secara bertahap.
"Sejumlah perbaikan yang dilakukan tahun ini juga masih perlu
penyempurnaan. Seperti di Jalan Banceuy sampai Otista, perlu ada
pelebaran. Tapi dari sisi anggaran belum memungkinkan, jadi sepertinya
baru tergarap seluruhnya tahun depan," pungkas Didi.
Sumber
Home »
Berita Ekonomi
,
Seputar Padjajaran
» Tuju Kota Layak Huni, Trotoar di 12 Ruas Jalan di Bandung Dipermak
Tuju Kota Layak Huni, Trotoar di 12 Ruas Jalan di Bandung Dipermak
Written By Admin on Monday, September 21, 2015 | 11:39 AM
Label:
Berita Ekonomi,
Seputar Padjajaran



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !