Dalam
klarifikasinya, Martowardojo mengatakan, secara prinsip mendukung
wacana Pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM, sepanjang tetap
mempertimbangkan konsistensi terhadap kebijakan-kebijakan sebelumnya.
Harga
BBM dunia cenderung turun beberapa bulan ini, namun mencapai
"keseimbangan"-nya pada kisaran 46 dolar Amerika Serikat/barel dan
pekan-pekan terakhir. BBM bersubsidi juga sudah lama dikurangi
subsidinya dengan harapan penyelamatan dana subsidi itu bisa dialihkan
ke sektor lain yang lebih produktif.
Kenaikan
harga BBM sangat berpengaruh pada banyak hal di Indonesia dan bisa
dibawa ke aspek politis. Demikian juga jika pemerintah memutuskan
menurunkan harga BBM.
"Koordinasi BI dengan
pemerintah, khususnya otoritas fiskal, dalam beberapa bulan ini berjalan
baik. Sinergi kebijakan moneter fiskal ini sangat dibutuhkan demi
menjaga stabilitas dan memulihkan kondisi perekonomian nasional," ujar
bekas menteri keuangan itu, di Jakarta, Selasa.
Untuk
mendorong perekonomian tumbuh lebih baik, serta mendorong reformasi
struktural, lanjut dia, perlu adanya kerja sama pemerintah, BI, dan
pihak terkait lain.
"Untuk menjaga momentum
pertumbuhan, reformasi struktural perlu terus dilakukan, walaupun
kebijakan yang harus diambil cenderung tidak populer," ujar dia.
Dia juga memandang rencana penyesuaian harga BBM oleh pemerintah saat ini masih berupa wacana.
Namun,
apabila langkah itu ditempuh, pesan yang harus dilihat adalah kebijakan
itu dilakukan dalam rangka memperkuat dan menyehatkan keuangan negara.
"Hal
yang terpenting adalah memastikan adanya kredibilitas, yang dibangun
melalui basis perhitungan teknis yang seksama, transparan, dan
konsisten," kata dia.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !