Antisipasi Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Para Guru PAUD Akan Diberi Bintek
Untuk mengantisipasi kekerasan seksual seperti yang terjadi di
Jakarta Internasional School baru-baru ini, Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kabupaten Bandung meminta para guru pendidikan anak usia dini
dan kelompok belajar agar terus memperhatikan perkembangan perilaku
para anak didiknya.
“Soalnya, anak usia PAUD dan TK, sangat rentan. Mereka mudah didekati
siapa saja yang ramah terhadap mereka,” kata Gina Haryati, Sekretaris
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Jumat (25/4/2014).
Guna mengoptimalkan peran guru terhadap para anak didiknya, kata
Gina, tahun ini Disdikbud Kabupaten Bandung akan menggelar bimbingan
teknis bagi para guru PAUD dan kelompok belajar. Kegiatan itu
diagendakan untuk empat angkatan dengan peserta lebih dari delapan ratus
guru.
Gina mengungkapkan, kasus JIS tidak akan terjadi di Kabupaten Bandung
jika semua guru dan masyarakat Kabupaten Bandung waspada. Jika ada
perilaku yang tidak biasa pada anak didiknya, para guru seharusnya
mengetahui hal itu agar tidak terjadi masalah yang berlarut-larut.
“Meski waktu anak-anak di sekolah hanya beberapa jam, tetapi para
guru harus sensitif terhadap perubahan perilaku anak didiknya. Hal itu
bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain di sekolah, lanjut Gina, anak-anak juga harus mendapatkan
perhatian dan kasih sayang yang besar dari orangtuanya. Soalnya, waktu
mereka lebih banyak di lingkungan keluarga ketimbang di sekolah.
Selain melakukan bintek pada kalangan guru, kata Gina, pihaknya juga
terus melakukan sosialisasi mengenai kekerasan seksual pada anak-anak.
“Tujuannya, agar anak-anak juga waspada mengenai hal itu. Sebab, jika
itu terjadi pada mereka, pasti akan berdampak pada psikologis mereka
hingga dewasa,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi juga sudah
menyiapkan dokter ahli untuk mengidentifikasi kekerasan seksual pada
anak. Namun hingga kini, menurut dia, kasus tersebut belum pernah
terjadi di Kabupaten Bandung.
Meski demikian, dia mengaku terus melakukan sosialisasi mengenai
kekerasan terhadap anak, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan, Dinas Sosial, kepolisian, hingga Kementerian Agama.
“Harapannya, agar kejadian seperti di JIS itu tidak terjadi di Kabupaten
Bandung,” katanya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !