Isi Kursi DPRD, Dewan Harus Kritis
Sebanyak 100 kursi wakil rakyat tingkat provinsi akan diisi kembali.
Nama-nama baru dan wajah lama yang kembali duduk di kantor Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jabar di Jalan Diponegoro Bandung ini
memang belum diputuskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar. Namun,
partai-partai sudah mulai berhitung.
Berdasarkan hasil rekapitulasi data yang terhimpun, 100 kursi yang
ada diperkirakan akan diisi 10 partai. Partai Nasdem 5 kursi, Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB) 7 kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 12
kursi, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan 20 kursi, Partai
Golongan Karya (Golkar) 17 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya
(Gerindra) 11 kursi, Partai Demokrat 12 kursi, Partai Amanat Nasional
(PAN) 4 kursi, Partai Persatuan Pembangunan 9 kursi, Partai Hati Nurani
Rakyat 3 kursi.
Format ini mengalami perubahan dibanding susunan anggota DPRD
2009-2014. Sebelumnya, Demokrat mendapat 28 kursi, PDI Perjuangan 17
kursi, Golkar 16 kursi, PKS 13 kursi, PPP 8 kursi, Gerindra 8 kursi, PAN
5 kursi, Hanura 3 kursi, dan PKB 2 kursi.
Pakar Politik dari Universitas Parahyangan (Unpar) Asep Warlan
mengatakan partai peraih suara tertinggi di Jabar, PDI Perjuangan akan
membuat kolaborasi DPRD Jabar dengan pemerintah provinsi semakin
seimbang. Peran ini sebelumnya kurang dimanfaatkan Partai Demokrat
sebagai partai yang mendapat kursi paling banyak pada pemilu 2009.
Menurut Asep, partai-partai seperti PDI Perjuangan, Golkar dan
Gerindra harus berperan maksimal dalam pengawasan. Partai-partai ini
menurutnya perlu kritis melihat jalannya pemerintahan provinsi di bawah
Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.
Jika mereka menjalankan program sesuai dengan kepentingan rakyat
menurutnya perlu didukung. Namun kritikan yang konstruktif harus
dikemukakan jika pemerintah melenceng dari rencana pembangunan, visi dan
misi.
"Formasi ini akan harusnya tidak membuat ada eweuh pakeweuh. Dewan
bukan asal mengemukakan pendapat yang berbeda tetapi harusnya kalau
pemerintah lamban segera dikritisi," kata Asep.
Sementara itu, posisi ketua dan wakil ketua dewan menurut Asep juga
menjadi penting. PDI Perjuangan menurutnya perlu menentukan pimpinan
dewan yang memiliki kriteria dan kapasitas yang sesuai.
Tiga hal yang harus dimiliki ketua dewan, memiliki wibawa di internal
partai, menguasai berbagai bidang persoalan sehingga bisa menerima
aspirasi dan keluhan masyarakat, serta memiliki jaringan yang luas dan
kuat.
"Peraih kursi terbanyak memang didesain dalam UU untuk mendapat kursi
pimpinan. ini semacam insentif karena mendapat suara tertinggi.
Penentuan orangnya biasa dilakukan oleh internal partai," kata Asep.
Asep berharap, para caleg terpilih bisa maksimal dalam menjalankan
peran sebagai anggota dewan. Produktivitas anggota dewan menurutnya
harus prima sehingga kehadirannya dirasakan masyarakat dan meningkat
dibanding kinerja 2009-2014. Soalnya, menurut Asep, kinerja 2004-2009
lebih bagus dibanding kinerja DPRD yang saat ini masih menjabat.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar TB Hasanuddin mengatakan nama yang
berpeluang lolos ke DPRD Jabar R. Yunandar Eka Prawira, Ikhwan Fauzi,
Nia Purnakania, Khaerul Rizky, Budiyono, Iwan Kustiawan, Asyanti Rozana
Thalib, Drajat Hidayat, Sumiyati M Mochammad, Waras Wasisto, Melliana
Kadir, Iis , Ineu Purwadewi, Agus Welianto, Surahman, Syamsul Bachri,
Bambang Mujiarto, Ijah Hartini, Gatot Tjahyono, dan Dedi Hasan Bachtiar.
Ketua DPD Demokrat Jabar mengatakan kader yang berpeluang masuk ke
DPRD Jabar, Herlas, Toni Setiawan, Irvan Rivano Muchtar, Wawan Setiawan,
Asep Wahyuwijaya, Irfan Suryanagara, Wiwin Winingsih, Toto Purwanto
Sandi, Sahromi, Sri Budiharjo Hermawan, Yoyoh, dan Didin Supriadin.
Sekretaris DPD Golkar Jabar MQ Iswara mengatakan yang berpeluang
masuk ke DPRD Jabar, Ali Hasan, Cucu Sugyati, Hilman Sukiman, Ade
Barkah, Phinera Wijaya, Kusnadi, Hidayat Royani, Siti Aisyah, Putra, Tin
Bunyamin, Untung, Irianto MS Syafiuddin (Yance), Abdul Rozaq, Ganiwati,
Engkus Kusnadi, Yod Mintaraga, dan Dedeh.
Puspilu DPW PAN Jabar Herry Dermawan mengatakan anggota PAN yang
lolos ke DPRD Jabar yaitu, Hasbulloh, Herry Dermawan, Babay Tamini, dan
Maman Durachman. Partai PKS yang diperkirakan mendapat 12 kursi
berpeluang diisi nama-nama peraih suara tertinggi di dapilnya seperti
Tate Qomaruddin, Haris Yuliana, Imam Budi Hartono, Didi Sukardi, Satori,
dll.
Sementara itu, beberapa partai lainnya saat dikonfirmasi masih
melakukan penghitungan. Pejabat partai mengatakan nama-nama yang
dikemukakan masih menunggu keputusan pleno KPU. Beberapa nama juga masih
menjadi perdebatan karena ada persoalan internal partai.
sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !