Headlines News :

Followers

Powered by Blogger.
Home » , » KPJ Gelar "Festival Musik Jalanan" // Pemkab Bandung Gelar Kontes Ayam Pelung

KPJ Gelar "Festival Musik Jalanan" // Pemkab Bandung Gelar Kontes Ayam Pelung

Written By Unknown on Sunday, April 27, 2014 | 2:31 PM

KPJ Gelar "Festival Musik Jalanan"

AH-AH-AH corazon espinado, Ah-ah-ah como me duele el amor. Itulah penggalan lagu "Corazon Espinado" milik Santana yang dibawakan grup musik jalanan Qwerty. Dua lagu berturut-turut, "Patah Hati" milik Raja dan "Corazon Espinado" yang dinyanyikan Qwerty, mampu menghangatkan suasana siang di BTM (Bandung Trade Mall) Jln. Cicadas, Sabtu (26/4). Di mal tersebut, hari itu tengah diadakan Festival Musik Jalanan. Dan, Qwerty merupakan peserta ke-20 yang tampil.

Meski Dudi sang vokalis sesekali harus melihat contekan lirik lagu, namun hal tersebut tak mengganggu penonton untuk menikmati musik yang mereka sajikan. Sambutan hangat diberikan penonton pada grup yang beranggotakan Dudi (vokal), Ajey (perkusi) Wahyu (gitar), Malik (keyboard), dan Rendra (bas). Kepiawaian mereka dalam memainkan alat musik pun mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Herlan J.S., yang berjanji akan mengikutsertakan grup ini bila ada festival-festival di Kota Bandung.

"Maklum, kita baru tahu ada festival musik jalanan ini. Seminggu lalu, kita tentuin lagu yang akan dibawakan itu 'Corazon Espinado' dan 'Patah Hati'. Kita enggak pernah latihan, langsung dinyanyikan saja sekarang," ungkap Dudi, kemarin.

Karena itulah, Dudi tidak terlalu hafal liriknya. Meski demikian, band yang dibentuk tiga bulan lalu ini mampu menyajikannya dengan enak. Tepuk tangan dari penonton pun diberikan kepada mereka.

"Biasanya kita ngamen di stasiun, di sana ada stage yang disediakan. Dua kali seminggu kita ngamen di sana. Kalau tidak, kita ngamen di rumah makan," kata Dudi.

Sedikit bosan mengamen, Dudi cs pun ingin mengembangkan bakat bermusiknya. Apalagi tiga lagu sudah diciptakan grup ini, meski Dudi enggan memberi tahu dan menyanyikan lagunya saat festival ini. Karena ingin mengembangkan bakat bermusik inilah, akhirnya Dudi dan rekannya mengikuti festival musik jalanan.

Meski tak sempat latihan, namun mereka tak menyia-siakan kesempatan untuk tampil maksimal. "Ingin juga kita tampil di hotel-hotel, karena itu kita ikut festival ini," ungkap Dudi.

Kembangkan bakat

Selain Qwerty, masih ada 39 grup musik lainnya yang tampil dalam Festival Musik Jalanan ini. Festival ini diadakan Pemkot Bandung melalui Disbudpar Kota Bandung. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan bakat pemusik jalanan dan mendorong mereka untuk maju.

Selain itu, grup musik jalanan yang ikut audisi ini pun akan diberdayakan lewat even-even yang diadakan Pemkot Bandung. "Ada 200 festival di tahun ini, jadi nanti mereka akan sering tampil di festival-festival yang kami adakan, sehingga akan lebih menjadi profesional," terang Herlan.

Di festival kali ini, kata Herlan, ada 40 kelompok atau grup musik yang ikut audisi. Setiap grup terdiri dari 4 hingga 6 orang pemusik jalanan. "Semua peserta diutamakan warga Kota Bandung. Dari 40 grup ini, akan keluar 10 grup pemenang. Nanti kita akan kasih biaya pembinaan dan mereka akan terus dibina dan diberdayakan. Performa mereka pun akan kita tingkatkan agar layak tampil di hotel-hotel," ujarnya sambil menambahkan, saat ini Hotel Horison sudah bersedia untuk menampilkan pemusik jalanan ini.

Festival ini, ujar Herlan, merupakan salah satu upaya pemkot untuk mengurangi pemusik jalanan. Tahun ini, Disbudpar menargetkan membuat tempat latihan bagi pemusik jalanan agar bisa berlatih dengan gratis dan tambah profesional.
sumber//

Pemkab Bandung Gelar Kontes Ayam Pelung

Memeriahkan hari jadi ke-373 Kab. Bandung, Pemkab Bandung bekerja sama dengan Himpunan Peternak dan penggemar ayam pelung Indonesia (Hipapi) mengadakan kontes ayam. Kontes diikuti 450 ekor ayam yang pemiliknya berasal dari Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

"Setiap tahun pada April kita memiliki agenda kontes ayam pelung di Kab. Bandung," kata Sekda Kab. Bandung, H. Sofian Nataprawira, didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bandung, Hermawan, di sela-sela lomba di komplek Pemkab Bandung, Minggu (27/4/2014).

Menurut Sofian, penilian ayam pelung terbagi dalam tiga kategori yakni suara, bobot, dan penampilan. "Untuk kategori suara kita ambil juara dari juara satu sampai 20. Sedangkan untuk kategori bobot dan penampilan masing-masing tiga juara," ucapnya.

Untuk juara disediakan berbagai hadiah menarik selain piala bergilir dan piala tetap dari Bupati Bandung H. Dadang M. Naser. "Hadiah lomba dari sepeda hingga barang-barang elektronik," ungkapnya.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BANDUNG

BANDUNG

DPRD KOTA BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG

GEDUNG SATE BANDUNG
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Media Padjajaran - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Adiknya