Masyarakat Berperan Sentral untuk Pengembangan Pariwisata
Masyarakat memiliki peran sentral dalam upaya mengembangkan sektor
pariwisata serta ekonomi kreatif. Keunikan serta ciri khas suatu wilayah
merupakan kekuatan yang mampu menciptakan kesan mendalam bagi
wisatawan.
Perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kusmayadi
mengemukakan hal itu dalam Aksi Sapta Pesona Peningkatan Kapasitas
Masyarakat di Destinasi Pariwisata Kluster III, di Kota Banjar, Jumat
(25/4/2014).
Dia mengemukakan bahwa pengambangan potensi pariwisata, harus
diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami semua kekuatan
wisata yang ada di wilayah tersebut.
"Masyarakat pun harus dipersiapkan untuk mengambil peran aktif
meningkatkan pariwisata. Pengembangan potensi wisata masih sangat
terbuka. mulai dari kuliner , cenderamata serta lainnya," tuturnya.
Dia mengatakan peran aktif masyarakat, tidak hanya dalam tataran
sekadar memberikan dukungan. Keberhasilan itu bakal diraih, apabila
masyarakat terlibat langsung dalam proses yang terjadi dalam sektor
pariwisata.
Kusmayadi memberikan contoh tentang makanan atau kuliner yang
berkembang di suatu wilayah. Potensi kuliner tersebut bakal terus
mengakar dan berkembang, apabila masyarakat ikut pula memakan makanan
yang dijadikan sebagi andalan wisata kuliner.
''Jangan sampai dukungan hanya dalam bentuk artifisial saja. Akan
tetapi, masyarakat harus rutin ikut merasakan makanan yang dijadikan
unggulan. Dengan demikian kuliner terseut akan tetap bertahan,"
jelasnya.
Salah satu upaya untuk mengembangkan pariwisata, lanjut dia, adalah
pengembangan budaya lokal. Apabila kebudayaan atau budaya lokal dikemas
dengan baik, Kusmayadi menyatakan, hal tersebut mampu menarik perhatian
wistawan baik nusantara maupun manca negara.
"Jangan sampai wisatawan datang ke suatu daerah, sekembalinya dari
tempat tersebut tidak mendapat kesan mendalam. Apabila mampu memberi
kesan baik, menarik, tidak menutup kemungkinan wisatan itu bakal kembali
datang. Jadi bagaimana memberikan yang terbaik bagi wisatawan,"
tuturnya.
Kusmayadi yang salah satu juri nasional desa wisata, menambahkan
untuk pengembangan pariwisata, Kota Banjar perlu memiliki ikon unggulan
yang mampu menarik perhatian. Ikon terseut, lanjutnya tidak hanya
berkenaan dengan kuliner atau makanan, akan tetapi juga cinderamata,
lokasi atau daerah tujuan wisata dan lainnya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !