Pemprov Jabar berencana melakukan soft launching
pembangunan proyek monorel Bandung Raya, Jumat (19/9) mendatang,
berbarengan dengan perayaan Hari Jadi ke-69 Jawa Barat di Gedung
Sate, Jln. Diponegoro Bandung. Pada kesempatan yang sama Pemprov Jabar
juga akan menghadirkan salah satu fisik gerbong monorel.
Hal itu diungkapkan Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Pemprov Jabar, Iwa Karniwa kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung, Selasa (16/9). “Untuk peluncuran proyek monorel tersebut, kita akan menghadirkan contoh gerbong monorel yang desain ukurannya sama dengan aslinya,” katanya.
Rencananya, gerbong dengan kapasitas 200 orang ini akan dipasang di area Gedung Sate. Masyarakat mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana bentuk monorel tersebut.
Diungkapkan Iwa, kehadiran prototipe gerbong monorel tersebut dimaksudkan untuk menambah semangat dan kinerja pihaknya dalam membangun sarana transportasi massal itu. Pada saat peluncuran nanti, masyarakat diperkenankan untuk datang dan menyaksikan langsung bentuk fisik gerbong monorel.
“Warga boleh masuk ke dalam gerbong, berkunjung, melihat-lihat. Selama ini kan warga hanya melihat dari berita saja, sekarang lihat langsung fisiknya,” katanya.
Iwa mengungkapkan, desain dari gerbong monorel ini dari Cina dan dipabrikasi di Jakarta. Rencananya hari ini (kemarin, red) akan dikirim ke Bandung dengan menggunakan kontainer dan akan kita pasang dan dirakit di sini. Mudah-mudahan hari Kamis (besok, red) bisa dipajang di depan Gedung Sate,” katanya.
Tidak hanya menampilkan contoh gerbong monorel saja, lanjutnya, pada peluncuran proyek tersebut pun akan digelar simulasi bagaimana mengakses transportasi massal tersebut. Termasuk penggunaan tiket elektronik.
“Bahkan pramugari dan pramugaranya pun akan tampil di sana,” katanya.
Tunggu pergub
Lebih lanjut Iwa mengatakan, peluncuran pembangunan monorel Bandung Raya dilakukan setelah sejumlah persiapan rampung dilakukan. Saat ini telah disusun peraturan gubernur tentang rencana induk perkeretaapian. Pergub ini merupakan turunan dari peraturan pemerintah pusat terkait sistem transportasi nasional.
“Substansinya penataan secara terintegerasi tentang penataan kereta api di Jabar, khususnya di Bandung Raya, agar terintegerasi dengan moda lainnya,” katanya.
Selain itu, peluncuran pun dilakukan karena pihaknya telah menyelesaikan laporan untuk pembangunan lima trase monorel. Di mana salah satunya yakni trase Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari telah selesai penyusunan studi kelayakannya.
Dengan terpenuhinya berbagai hal tersebut, lanjut Iwa, pihaknya optimistis pembangunan monorel Bandung Raya bisa dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita targetkan proyek bisa selesai Desember 2017,” jelasnya.
Trase I monorel Bandung Raya akan dibangun sepanjang 29,85 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp 5,8 triliun. Pembangunan trase I ini menjadi acuan dalam menentukan kelancaran pembangunan empat trase berikutnya. “Apabila itu lancar, yang lainnya akan lebih lancar. Bisa lebih cepat, karena sudah ada pengalaman,” katanya.
Sumber//
Hal itu diungkapkan Asisten Daerah IV Bidang Administrasi Pemprov Jabar, Iwa Karniwa kepada wartawan di Gedung Sate, Jln. Diponegoro, Bandung, Selasa (16/9). “Untuk peluncuran proyek monorel tersebut, kita akan menghadirkan contoh gerbong monorel yang desain ukurannya sama dengan aslinya,” katanya.
Rencananya, gerbong dengan kapasitas 200 orang ini akan dipasang di area Gedung Sate. Masyarakat mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana bentuk monorel tersebut.
Diungkapkan Iwa, kehadiran prototipe gerbong monorel tersebut dimaksudkan untuk menambah semangat dan kinerja pihaknya dalam membangun sarana transportasi massal itu. Pada saat peluncuran nanti, masyarakat diperkenankan untuk datang dan menyaksikan langsung bentuk fisik gerbong monorel.
“Warga boleh masuk ke dalam gerbong, berkunjung, melihat-lihat. Selama ini kan warga hanya melihat dari berita saja, sekarang lihat langsung fisiknya,” katanya.
Iwa mengungkapkan, desain dari gerbong monorel ini dari Cina dan dipabrikasi di Jakarta. Rencananya hari ini (kemarin, red) akan dikirim ke Bandung dengan menggunakan kontainer dan akan kita pasang dan dirakit di sini. Mudah-mudahan hari Kamis (besok, red) bisa dipajang di depan Gedung Sate,” katanya.
Tidak hanya menampilkan contoh gerbong monorel saja, lanjutnya, pada peluncuran proyek tersebut pun akan digelar simulasi bagaimana mengakses transportasi massal tersebut. Termasuk penggunaan tiket elektronik.
“Bahkan pramugari dan pramugaranya pun akan tampil di sana,” katanya.
Tunggu pergub
Lebih lanjut Iwa mengatakan, peluncuran pembangunan monorel Bandung Raya dilakukan setelah sejumlah persiapan rampung dilakukan. Saat ini telah disusun peraturan gubernur tentang rencana induk perkeretaapian. Pergub ini merupakan turunan dari peraturan pemerintah pusat terkait sistem transportasi nasional.
“Substansinya penataan secara terintegerasi tentang penataan kereta api di Jabar, khususnya di Bandung Raya, agar terintegerasi dengan moda lainnya,” katanya.
Selain itu, peluncuran pun dilakukan karena pihaknya telah menyelesaikan laporan untuk pembangunan lima trase monorel. Di mana salah satunya yakni trase Leuwipanjang-Gedebage-Jatinangor-Tanjungsari telah selesai penyusunan studi kelayakannya.
Dengan terpenuhinya berbagai hal tersebut, lanjut Iwa, pihaknya optimistis pembangunan monorel Bandung Raya bisa dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kita targetkan proyek bisa selesai Desember 2017,” jelasnya.
Trase I monorel Bandung Raya akan dibangun sepanjang 29,85 kilometer dengan nilai investasi mencapai Rp 5,8 triliun. Pembangunan trase I ini menjadi acuan dalam menentukan kelancaran pembangunan empat trase berikutnya. “Apabila itu lancar, yang lainnya akan lebih lancar. Bisa lebih cepat, karena sudah ada pengalaman,” katanya.
Sumber//



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !