Komisi V DPRD Jawa Barat mengapresiasi langkah pemerintah Provinsi Jawa Barat yang akan menjadikan para anggota gafatar sebagai bagian dari program transmigrasi.
Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Syamsul Bachry mengatakan, beberapa waktu lalu Komisi V dan pimpinan DPRD Jabar mengunjungi beberapa penampungan mantan pengikut Gafatar yang difasilitasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi.
Tidak hanya itu, DPRD Jabar pun melakukan sejumlah pembahasan untuk merumuskan langkah-langkah terkait penanganan persoalan Gafatar ini. Terlebih, sebagai besar mantan anggota Gafatar pun menginginkan untuk transmigrasi.
"Dari hasil kunjungan kemarin, diketahui sebagian dari mereka ingin transmigrasi. Kalau memang ini menjadi langkah yang terbaik buat mereka, kami setuju saja," jelas Syamsul kepada wartawan, Senin (8/2/2016).
Oleh karena itulah, lanjutnya, pihaknya sangat mengapresiasi langkan pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berencana memfasilitasi sebagian anggota gafatar untuk transmigrasi.
"Ini memang perlu dipertimbangkan, tetapi pada dasarnya, DPRD Jabar menyetujui usulan Pemerintah Provinsi Jabar yang berencana menjadikan mantan anggota Gafatar sebagai bagian program transmigrasi," katanya.
Namun demikian, lanjutnya, para anggota gafatar yang berkeinginan untuk transmigrasi harus dibekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan.
Termasuk juga pembinaan sikap dan mental mereka agar pemahaman tentang agama dan negara mereka tidak menyimpang. Terlebih pada dasarnya mereka yang ingin bertransmigrasi rata rata berkeinginan untuk hidup lebih sejahtera atau karena faktor ekonomi.
"Mereka harus dibina dan diberikan pemahaman tentang bela bangsa dan agama. Sehingga saat mereka mengikuti program transmigrasi tidak menimbulkan masalah baru," katanya.
Lebih lanjut Syamsul pun mengatakan, saat ini sudah ada anggota gafatar yang pulang ke kampung halamannya masing masing. Dalam hal itu pihaknya meminta masyarakat agar mau menerima keberadaan mantan anggota Gafatar di tengah-tengah kehidupan. Syamsul meminta warga tidak perlu takut, khawatir, dan resah tentang keberadaan mantan pengikut Gafatar setelah dipulangkan kembali.
"Saya menyarankan warga setempat bisa menerima mereka dengan baik sebagai bagian dari sesama saudara kita. Katakan kemarin mereka sudah melakukan penyimpangan, tapi tetap bagaimana pun mereka adalah bagian dari warga negara ini," katanya.



0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !